Oleh: Nadia Permata | Agustus 2, 2008

Laksamana Cheng Hoo

Tgl 30 Juli kmrn tepat 40 harinya depi meninggal karena leukimia yg sdh diderita selama kurang lebih 5 tahun..Ortu Almh Depi mengundang tmn2 ex-601 bwt dtg ke acr kirim do’a bwt Almh Depi..

Undangannya tertulis pkul 15.30 WIB and qta smua hrs ada di rmh Almh Depi jm segitu mslhnya bpk ibu Depi bner2 mengharapkan kehadiran qt smua..

Qta smua janjian kumpul drmh aq dulu, bada’ Ashar..

Tapi…tmn2 br pada ngumpul smua jm 17.00 WIB maklum wktu itu qta nungguin tmn2 yg laen… Ndut br plg dr kantor jm 16.00 WIB, Inke plg kerja nyampe rmh jm 16.30, Aryo yg ktnya br bs dtg jm 17.30 WIB and alhasil qta br start dr rmh jm 17.10 WIB..

Uh pikiran qta yg ada qta pasti terlambat and pas qta dtg dh pd buyaran smua…

Tapi ya mau gmn lg org qta bsnya jm sgtu..ywdah deh yg penting qta nyampe and dtg..

Di tengah perlajanan ternyata Adzan Maghrib berkumandang,,akhirnya qta memutuskan untk Sholat Maghrib dulu..and,,saat itu qta berada si daerah deket Masjid Cheng Hoo Surabaya…alhasil qta mampir utk menunaikan ibadah Sholat Maghrib di Masjid Cheng Hoo itu…

Dari luar Masjidnya g kelihatan.. Cuma terlihat bangunan Gedung bertingkat biasa..kayak bangunan sekolah2 pd umumnya..tapi ternyata di belakangnya ada Lapangan Basket and ada beberapa org yg lagi main basket disana..

Aq bertanya-tanya..mana Masjidnya?? Eh ternyata masjidnya ada di sebelah lapangan basket dengan depan masjid yg mengarah ke lapangan basket…

Sumpah unik..arsitekturnya china bgt…berasa di Hongkong atau Beijing gtu deh..hehe..pengurusnya smua jg org tionghoa… Masjid itu biasa dikunjungi ama org2 yg emang sengaja mw berwisata rohani…ama biasa dibuat ibadah ama muslim2 tionghoa..makannya hampir smua pengurusnya kaum Tionghoa…

 

Setelah Sholat qta smua lgsng ke rmh Almh Depi dan ternyata qta dh ditungguin dr td wah ya maap..

Dan alhamdulillah acr kirim doanya br jm 19.00 msh skitar 15 menit lagi,,berarti qta smua g terlambat dan bs ngikutin pengajian bwt Almh Depi…

 

Oya nama Masjidnya adalah Masjid Cheng Hoo…

Laksamana Cheng Hoo

Siapa dia??

 

Nih aq critain

Keberadaan Laksamana Cheng Hoo di Indonesia emang udh g asing lagi dan semakin mantab. Bukan saja filmnya yg sebentar lagi bakal muncul di acara televisi tapi karna keberadaannya dan ketokohannya laksamana Cheng Hoo baik itu di negeri China sendiri ataupun di Indonesia.

Keberadaannya di Indonesia bukan untuk menjajah seperti tokoh2 lain dari negeri lain, tetapi kedatangannya bersifat muhibah atau mengadakan silaturrahim antar negara. Itu sebabnya peninggalan Cheng Hoo di mana-mana di negeri ini adalah untuk menunjukkan bukti, bahwa kedatangannya bukan dengan senjata ‘bedil’ tapi datang dengan membawa bunga kedamaian.

 

Kalau mau tau lbh banyak lagi tonton aja filmnya yang akan dibintangi oleh ehm salah satunya ada Yusril Ihza Mahendra dan Syaifullah Yusuf….

Tentu saja, bagi masyarakat Indonesia film ini nantinya akan sangat menarik untuk dilihat, karena akan menunjukkan betapa erat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok sejak dulu kala.

Dan tidak heran kalau sekarang ini pembauran budaya antara Tiongkok dgn Indonesia sdh sedemikian kentalnya. Seperti diketahui, bahwa muhibah suci Cheng Hoo dilakukan pada kekaisaran Ming, ia berlayar ke Indonesia tahun 1407 dan tahun 1409.

Bisa dibayangkan, film ini diperankan tdk kurang 6000 orang pemain yg menggambarkan muhibah Cheng Hoo ke bnyk negara, bukan untuk menjajah tetapi justru sebaliknya mencari persahabatan. Bukan letupan senjata menyambut kedatangan Cheng Hoo tetapi untaian bunga selamat datang di setiap negara. Itu sebabnya tidak heran kalau Cheng Hoo diberi julukan sebagai “pemersatu bangsa-bangsa di Asia”. Tentu saja film ini akan menunjukkan dgn nyata bagaimana sebenarnya hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok yang dijalin sejak berabad lalu.

Dan perlu diketahui biaya pembuatan Film ini tidak kurang dari US $ 5 juta atau skitar Rp 50.000.000.000…wah..duit apa duit???   


Tanggapan

  1. Yang lebih penting ternyata bukan biaya yang dikeluarkan, namun maksud dari film itu sendiri…

    Selain mempertontonkan kedekatan hubungan Indonesia dengan Tionghoa, ada misi tersembunyi dibelakangnya…

    Apalagi kalau bukan pencalonan diri Yusril sebagai Capres RI


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.