Sweet like chocolate
Sweet like chocolate……….
Pernah tau lagu itu ga???
Coklat,,
ehm delicious,,
Kmu pernah dengar ga??
Kata orang, semakin enak makanan, makin gak baik dikonsumsi.
Bener gak sih? Coklat kan salah satu makanan paling enak di dunia tuh, berarti juga makanan yang paling gak baik dikonsumsi dong?
Katanya sih, produk coklat itu
- ngerusak gigi
- bikin ndut ketiganya ngrusak penampilan
- mendorong terjadinya jerawat
- bikin jantungan
- tinggi kafein
Gak mau lagi deh makan coklat!
Weeeiiitzz!!!Jangan percaya dengan fitnah-fitnah insan tak berhati nurani itu! Coklat gak sejahat yang kamu bayangkan, lho.
Supaya kamu tahu mana kabar tentang coklat yang bersifat fitnah, dan mana yang benar,
KAMU WAJIB BACA TULISAN INI !!!
Berikut adalah beberapa fakta dan mitos tentang coklat yang harus kamu ketahui
1. Coklat merusak gigi. Truth or Myth?
Ya iyalah, but only if you dont brush your teeth berminggu-minggu setelah makan cokelat itu. Pada dasarnya gigi berlubang bukan bergantung pada apa yang kita makan, tapi pada tingkat kebersihan mulut kita.
Kavitasi gigi terjadi bila ada sisa-sisa makanan yang mengandung karbohidrat (yang dapat difementasi oleh mikroba), terutama Sukrosa, dalam mulut yang tinggal terlalu lama.
Makan apapun kita, kalau gak pernah membersihkan mulut (gigi), pasti terancam dental caries (kavitasi gigi).
Bahkan, para ilmuan menemukan bahwa Tannin dalam cokelat dapat memperlambat proses kavitasi gigi karena meperlambat pembentukan plak.
So, bisa dibilang kabar ini fitnah.
2. Coklat itu bikin NduT!
Kabar ini memang tidak telalu baik, tapi jawabannya memang BETUL, TAPI Klo dikonsumsi terlalu banyak. Kandungan nutrisi dalam coklat pada umumnya memang lemak dan karbohidrat. Keduanya adalah sumber energi bagi tubuh manusia, padahal, coklat dimakan bukan sebagai makanan utama, melainkan hanya selingan saja. Akibatnya, bila kita mengkonsumsi banyak coklat tanpa mengurangi sumber karbohidrat dan lemak pada menu utama kita maka tubuh akan mendapatkan pasokan energi lebih banyak dari semestinya. Kemudian tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak (= bikin NduT). Intinya, jangan berlebihanlah dalam mengkonsumsi coklat seenak apapun coklat itu.
Kabar ini bukan fitnah, tapi hanya benar jika kita berlebihan mengkonsumsi coklat.
3. Coklat, layaknya ganja, membuat kita ketagihan
Ya, kabar ini ada benarnya.
Yang dimaksud ketagihan di sini adalah chocolate carving. Dalam coklat, terdapat senyawa sejenis amphetamin yang berfungsi untuk membantu penyerapan triptofan di otak. Proses ini kemudian memicu terbentuknya dopamin yang memberikan sensasi ‘gembira’ dan’ tanpa beban’.
So Klo kmu kmu lg Stress (praktikum g beres, kuliah lg bnyk2nya tugas and quiz, gebetan lg sibuk and g perhatian, temen2 lagi sewot smua) mending kmu cepet2 makan coklat deh,,,coz bisa bwt stress kmu Hilang seketika, bisa bwt pikiran kmu adem tanpa beban,,,
Dijamin deh…tapi inget jgn banyak2 ntar malah bikin NduT…hehe
4. Cokelat mendorong terbentuknya jerawat di wajah kita
Para dermatologis saja sudah ragu apakah jerawat ada hubungannya dengan pola makan kita. Sekarang, kalau ada tuduhan coklat mendorong terbentuknya jerawat, sudah pasti ini fitnah. Sebuah penelitian di University of Missouri dan University of Pennsylvania School of Medicine , Amerika, membuktikan ketidakberdosaan coklat berkaitan dengan tuduhan jahat ini.
Dalam percobaan pertama, para sukarelawan yang berjerawat diberikan 10 Ons coklat perhari selama seminggu. Setelah tujuh hari wajah mereka diperiksa dan ternyata tidak ada tambahan jerawat yang disebabkan oleh konsumsi coklat. Percobaaan lain di University of Pennsylvania School of Medicine membuktikan hal yang sama. Sekelompok subjek sejumlah 65 orang diminta mengkonsumsi coklat sepuluh kali lebih banyak dari konsumsi normal. Sekelompok yang lain diberikan sejumlah sama coklat imitasi (tidak mengadung coklat hanya berasa mirip). Setelah diuji ternyata ditemukan bahwa potensi terkena jerawat antara kedua kelompok tersebut sama saja. Bravo!
Coklat terbukti tidak bersalah!
5. Coklat itu tinggi Kafein?
Wah susah juga, tinggi itu batasannya apa? Tapi, kalau dibandingkan bahan pangan tertentu, Coklat bisa dibilang hanya mengandung sedikit kafein. Misalnya, dengan berat yang sama, kopi instan memiliki kandungan hingga 2200% lebih banyak dari coklat.
Kesimpulanya, kabar ini fitnah juga…
6. Coklat menyebabkan penyakit jantung?
Ya, tapi kalau makan cokelatnya sambil naik roller coaster dan gak pake sabuk pengaman. Kenyataannya terbalik, coklat mengandung senyawa Fenolik yang dapat menghambat pembentukan plak pada arteri koroner dari LDL (low density lipoprotein). Prosesnya sederhana, senyawa Fenolik ini mencegah LDL teroksidasi. LDL yang teroksidasi pada umumnya tidak bisa masuk lagi ke dalam aliran darah dan menumpuk. Dengan dicegahnya oksidasi LDL, proses penumpukan ini dapat dicegah. Selain itu, cokelat juga mengandung berbagai antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh.
So kabar2 burung tentang coklat itu benar-benar GoSip belaka,,,
Udah tau kan faktanya seperti apa..
So,, ga usah khawatir bwt para ChocolateHolic, ChocolateLover…
Chocolate emang nikmat and g berbahaya bwt kesehatan Tapi inget coklat dapat menyebabkan KanKer alias Kantong Kering,,, hahahahaha…. Ya iyalah, coklat kan ga murah,,,